

Pernahkah kamu memperhatikan ketika pertanyaan yang sama diajukan kepada anak-anak dan orang dewasa.
“Pilih es krim atau coklat?
Anak-anak akan dapat menjawab pertanyaan tersebut dalam hitungan detik. Sedangkan hal yang berbeda terjadi jika orang dewasa yang menjawabnya. Bagi orang dewasa, alih-alih menjawab, ia mungkin akan mengajukan pertanyaan lain.
“Es krim yang ada rasa apa saja? Coklatnya sebanyak apa?”
Hal tersebut ternyata adalah sesuatu yang lumrah. Mengapa demikian? Tentunya secara angka saja kita bisa mengetahui bukan bahwa orang dewasa tentunya sudah hidup lebih lama, hal ini lah yang membuat orang dewasa tentunya mempunyai banyak pengalaman yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Karenanya orang dewasa mencari lebih lanjut tentang kejelasan dari pertanyaan yang diajukan tersebut. Sedangkan bagi anak yang misalnya usianya masih satu digit, yang ia ingat adalah misalnya pengalaman makan es krim yang lezat. Jadi ia akan mudah menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebutkan es krim.
Ternyata pengalaman-pengalaman ini pun berpengaruh terhadap kebahagiaan lho! Perhatikanlah anak-anak akan lebih mudah berbahagia dibandingkan dengan orang dewasa. Perasaan anak-anak lebih ‘murni’, ia melihat segala sesuatu dengan lebih positif. Sedangkan bagi orang dewasa, ada pertimbangan ini dan itu sebelum ia ‘memutuskan’ bahagia. sebagai contoh ambillah peristiwa turunnya hujan. Anak-anak tentunya menyenangi hujan, di bawah hujan ia bisa bermain air dengan riangnya. Sedangkan bagi orang dewasa, ia akan memikirkan kesehatan tubuhnya ketika air hujan mengguyur. Bagi anak berlari dengan ransel di bawah hujan, tidaklah masalah walaupun mungkin buku sekolah akan kebasahan. Bagi orang dewasa, hujan bisa merusak laptop. Jika laptop rusak, ia tidak dapat membuat laporan pekerjaan. Jika itu terjadi maka akan ..., ..., ... . Ada sungguh banyak pertimbangan dalam menyikapi 1 peristiwa saja.
Hal ini lah yang kadang membuat orang dewasa terkadang ada yang tidak happy, orang dewasa juga terkadang ada yang sering sakit kepala, orarang dewasa terkadang tampak murung dalam kesehariannya, dan berbagai hal lainnya yang terjadi pada orang dewasa.
Lantas bagi kalian orang dewasa apa yang bisa kita lakukan?
Sesekali belajarlah dari anak-anak, ketika mereka bisa memutuskan sesuatu dengan minim pertimbangan. Jika kau masih belum berani, lakukan ini untuk hal-hal sederhana. Ketika makan siang pilihlah menu tanpa engkau berpikir panjang. Ketika memilih hendak naik ojek online motor atau mobil, putuskanlah dengan segera! Pilihlah hal-hal sederhana untuk bisa direspon cepat. Semoga dengan memilah kapan saatnya engkau berpikir spontan dan kapan saatnya engkau akan pakai pertimbangan, sakit kepala sebagai orang dewasa bisa hilang!
Selamat memilah!
Peluang Usaha Menjanjikan Dengan Jasa Maklon Herbal Terpercaya
30 Jul 2019 | 5789
Peluang Usaha Menjanjikan Dengan Jasa Maklon Terpercaya - Konsep kembali ke alami membuat pertumbuhan bisnis obat herbal di Indonesia membawa peluang yang bagus. Terlebih mahalnya ...
Tryout Online Sejarah: Memahami Pentingnya Persiapan Dalam Menghadapi Ujian
18 Jun 2025 | 177
Dalam dunia pendidikan yang semakin berkembang, tryout online menjadi salah satu metode yang efektif untuk membantu siswa mempersiapkan ujian. Salah satu materi yang sering diujikan adalah ...
24 Apr 2026 | 45
Dalam era mesin pencari berbasis kecerdasan buatan, keberhasilan sebuah website tidak hanya diukur dari peringkat pada satu atau dua kata kunci, tetapi dari seberapa luas visibilitasnya di ...
Kisah Sukses Pelaku Bisnis Kekinian 2025 di Usia 20-an
11 Apr 2025 | 199
Di tahun 2025, kita melihat banyak generasi muda yang memanfaatkan potensi di dunia digital untuk meraih kesuksesan. Tren bisnis 2025 menunjukkan bahwa banyak pelaku bisnis kekinian yang ...
Bahasa Arab: Soal Tentang Islam dan Istilah Keagamaan
12 Maret 2025 | 239
Bahasa Arab memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bahasa Al-Qur'an, bahasa ini menjadi fondasi bagi pemahaman ajaran agama Islam. ...
Pakai Air Soda Bisa Bikin Wajah Glowing
22 Nov 2018 | 1827
Trend membersihkan wajah dengan menggunakan air soda atau air berkarbonasi pertama kali terjadi di negara Jepang dan Korea Selatan. Di dua negara tersebut bermunculan produk seperti masker ...