Program Unggulan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen (DLH Sragen) dalam Pengelolaan Sampah di Wilayahnya
Oleh Admin, 4 Nov 2025
Lingkungan yang bersih dan tertata rapi merupakan salah satu fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat. Di Kabupaten Sragen, peran Dinas Lingkungan Hidup, DLH Sragen sangat vital dalam mengelola persoalan sampah mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pemanfaatan.
Melalui situs resmi dan berbagai program unggulan yang dijalankan, DLH Sragen berupaya mewujudkan wilayah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Visi & Kerangka Pengelolaan Sampah
DLH Sragen menetapkan visi untuk menjadikan Kab. Sragen sebagai “bersih, hijau, dan berkelanjutan dengan pengelolaan lingkungan hidup yang optimal”. Dalam hal sampah, misinya antara lain adalah meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah di tingkat rumah tangga dan industri.
Kebijakan pengelolaan persampahan diatur dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, yang menetapkan kerangka pengelolaan komprehensif dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan.
Program-Program Strategis
Berikut beberapa program unggulan DLH Sragen dalam menangani persoalan sampah:
Bank Sampah & Kemitraan
DLH Sragen menjalin kerjasama dengan mitra pembangunan seperti USAID SELARAS dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) untuk memperkuat kapasitas bank sampah di seluruh kabupaten.
Hingga saat ini terdapat sekitar 262 unit bank sampah yang tersebar di 20 kecamatan dengan 3 bank induk. Melalui bank sampah, masyarakat tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi.
Program Tukar Botol Plastik dengan Bibit atau Kompos
Sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, DLH Sragen menggelar program penukaran botol plastik bekas dengan bibit tanaman atau kompos. Contohnya, tiga botol ukuran 1,5 liter bisa ditukar dengan satu bibit pohon, atau beberapa botol ukuran lebih kecil ditukar dengan bibit bunga atau pupuk kompos.
Program ini rutin dilakukan saat Car Free Day (CFD) dan di kantor DLH. Tujuannya selain mengurangi sampah plastik, juga mendorong penghijauan dan pemilahan sampah sejak rumah tangga.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sampah
Untuk mengatasi tumpukan sampah di jalan dan fasilitas umum secara cepat, DLH Sragen membentuk “Tim URC Sampah” yang bertugas memungut dan mengangkut sampah di jalur utama seperti Sragen–Jamus, Pungkruk–Gemolong dan Sragen–Gesi.
Meski hanya bertugas beberapa jam di pagi hari, tim ini telah berhasil mengangkat ratusan kilogram sampah setiap hari dari jalan?jalan utama menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan publik.
Edukasi & Pemilahan Sampah di Tingkat Desa/Kelurahan
DLH Sragen juga mendorong pemerintah desa/kelurahan untuk membuat regulasi lokal yang mengharuskan warga memilah sampah rumah tangga.
Program ini memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya dan mendukung tumbuhnya bank sampah di tingkat RT/RW. Berdasarkan data, sekitar 250 bank sampah telah terbentuk di wilayah kabupaten.
Dampak yang Terlihat
Pengelolaan sampah yang lebih serius dan terstruktur memberikan dampak positif bagi Kabupaten Sragen, antara lain:
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak di rumah.
Penurunan beban timbunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena adanya program bank sampah dan pemanfaatan sampah. Sebagai contoh, laporan menyebut hingga Juni 2022 sudah ada pengurangan sampah sekitar 31.500 ton dari total yang ditangani.
Lingkungan publik yang lebih bersih melalui jangkauan Tim URC dan aksi?program pengurangan plastik.
Peningkatan partisipasi warga melalui penukaran botol dan program desa/kelurahan—yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah tetapi tanggung jawab bersama.
Tantangan & Langkah Selanjutnya
Meski capaian telah terlihat, ada beberapa tantangan yang harus terus diatasi:
Cakupan layanan pengangkutan sampah masih terbatas hanya di beberapa kecamatan; hingga pertengahan 2022 hanya 6 kecamatan yang layanan pengangkutannya mencapai dan baru 24 % pengangkutan terlayani.
Kapasitas dan operasional bank sampah di beberapa unit masih belum optimal ada yang sudah berkembang pesat, ada yang stagnan.
Pemilahan sampah dari rumah tangga masih belum merata, terutama di wilayah pedesaan atau kelurahan yang fasilitasnya terbatas.
Untuk memperkuat program, DLH Sragen perlu memperluas layanan pengangkutan hingga seluruh kecamatan, memperkuat manajemen bank sampah melalui pelatihan dan monitoring, meningkatkan akses warga ke program pemilahan melalui regulasi desa/kelurahan, serta mendorong inovasi pengolahan sampah menjadi energi atau kompos.
Kesimpulan
Melalui strategi yang menyeluruh yang meliputi pengelolaan bank sampah, penukaran botol plastik, unit reaksi cepat, dan edukasi hingga regulasi desa/kelurahan DLH Sragen menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya. Keberhasilan program ini memerlukan dukungan aktif dari masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, sektor swasta, dan seluruh pihak terkait. Dengan partisipasi bersama dan pemanfaatan program yang sudah ada, Kabupaten Sragen dapat semakin mendekati target menjadi wilayah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya